sela

Innovator Mindset

Aku baru saja menonton sebuah video yang membahas mengapa Jerman bisa menjadi salah satu negara yang kuat dalam inovasi. Salah satu hal yang menarik perhatianku bukanlah soal teknologi, industri, atau besarnya investasi mereka, tetapi sesuatu yang jauh lebih mendasar: budaya berani mencoba.

Ada satu pemahaman yang sudah mengakar di masyarakat bahwa untuk menghasilkan sesuatu yang baru, orang harus diberi kesempatan untuk mencoba. Dan ketika ada individu atau organisasi bersedia mencoba, selalu ada kemungkinan untuk gagal.

Kegagalan adalah Proses

Kita sering membayangkan inovasi sebagai sebuah proses yang lurus:

punya ide → membuat produk → berhasil.

Padahal kenyataannya jauh lebih berantakan. Punya ide, mencoba, gagal, memperbaiki, mencoba lagi, menemukan masalah baru, mengubah pendekatan, lalu mungkin akhirnya berhasil.

Karena itu, budaya inovasi membutuhkan sesuatu yang cukup sulit: kemampuan untuk menerima kegagalan tanpa langsung menghakimi orang yang gagal.

Innovation relies on people being able to try things and fail without judgment.

Ini juga berlaku bagi investor. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, tidak semua proyek yang dibiayai akan berhasil. Bahkan mungkin sebagian besar tidak akan menjadi sesuatu yang besar.

Tetapi satu proyek yang berhasil menemukan sesuatu yang benar-benar bernilai dapat membayar kegagalan dari banyak eksperimen sebelumnya.

Kegagalan bukan selalu tanda bahwa uang, waktu, atau tenaga telah terbuang sia-sia. Kadang kegagalan adalah harga yang harus dibayar untuk mendapatkan informasi yang sebelumnya tidak kita miliki. Kegagalan berarti kita sedang menemukan satu cara yang salah.

Membuat Terobosan

Hal lain yang menarik adalah bagaimana inovasi sering kali tidak dimulai dari pertanyaan "Apa yang diinginkan orang?"

Kalau kita hanya membuat sesuatu berdasarkan permintaan yang sudah ada, kita mungkin hanya akan menghasilkan versi yang sedikit lebih baik dari sesuatu yang sudah dikenal.

Steve Jobs pernah mengatakan:

"A lot of times, people don't know what they want until you show it to them."

Pesannya sederhana.

Orang bisa menjelaskan masalah yang mereka hadapi. Tetapi belum tentu mereka bisa membayangkan solusi yang belum pernah ada.

Karena itu, inovator punya peran yang berbeda. Mereka bukan hanya mendengarkan permintaan. Mereka mengamati, bereksperimen, membuat sesuatu, lalu menunjukkannya kepada dunia. Kadang dunia baru menyadari bahwa mereka membutuhkan sesuatu setelah benda itu ada di depan mata.

Bukan Asal Mencoba

Menurutku, ada satu hal yang perlu dibedakan. Budaya eksperimen bukan berarti semua ide harus dianggap bagus. Bukan pula berarti kita harus terus mencoba tanpa belajar dari kegagalan.

Eksperimen yang sehat justru membutuhkan proses:

coba → ukur → belajar → perbaiki → coba lagi.

Kalau seseorang gagal berkali-kali dengan cara yang sama tanpa mendapatkan pembelajaran baru, itu bukan lagi eksperimen. Itu hanya mengulang kesalahan.

Jadi yang penting bukan sekadar memiliki keberanian untuk gagal. Yang lebih penting adalah memiliki kemampuan untuk belajar dari kegagalan.

Mulai dari Individu

Semakin kupikirkan, gagasan ini sebenarnya tidak hanya berlaku di level perusahaan atau negara. Ini dimulai dari level individu. Kita juga kadang terlalu takut mencoba sesuatu karena sejak awal sudah membayangkan kemungkinan gagalnya.

Akhirnya kita memilih tidak melakukan apa-apa. Memang benar, dengan tidak mencoba, kita bisa menghindari kegagalan. Tapi kita juga kehilangan kesempatan untuk menemukan sesuatu yang berhasil.

Mungkin cara berpikir yang lebih sehat adalah melihat setiap percobaan sebagai cara untuk mengurangi ketidakpastian. Kalau berhasil, kita mendapatkan hasil. Kalau gagal, kita mendapatkan informasi.

Dan kalau terus mencoba sambil belajar, perlahan-lahan kemungkinan menemukan sesuatu yang berhasil menjadi semakin besar.

Inovasi pada akhirnya bukan hanya tentang memiliki ide yang brilian.

Ia membutuhkan lingkungan yang memungkinkan orang berkata:

"Aku tidak tahu apakah ini akan berhasil. Tapi mari kita coba."

Karena mungkin, di antara banyak percobaan yang gagal itu, ada satu percobaan yang mengubah segalanya.

#jurnal