sela

Takut Salah

Aku tidak suka membuat kesalahan. Kesalahan terasa mahal. Ada waktu yang terbuang, pekerjaan yang harus diulang, uang yang mungkin hilang. Belum lagi rasa malu ketika menyadari bahwa keputusan yang aku ambil ternyata salah.

Dan mungkin yang paling tidak nyaman dibanding semua itu adalah memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang aku ketika aku membuat kesalahan.

Karena itu, aku sering memilih untuk berhati-hati. Berpikir lebih lama. Mencari informasi lebih banyak. Memastikan semuanya sebelum mulai.

Kelihatannya masuk akal.

Tapi semakin dipikirkan, semakin aku sadar bahwa ada masalah dengan cara berpikir seperti itu. Dari yang aku lihat sejauh ini, aku bisa simpulkan bahwa hanya ada dua kemungkinan seseorang tidak pernah membuat kesalahan:

  1. orang yang memang sudah sangat ahli
  2. orang yang tidak pernah mencoba sesuatu yang cukup sulit

Kesalahan memang sebuah biaya. Tapi mungkin aku terlalu sering melihatnya hanya sebagai biaya, dan lupa bahwa ada sesuatu yang aku dapatkan darinya.

Pemahaman dan pengalaman.

Ada hal-hal yang tidak bisa kita pahami hanya dengan membaca, merencanakan, atau mendengarkan pengalaman orang lain. Kadang kita baru benar-benar mengerti setelah mencoba sendiri, membuat keputusan yang salah, lalu melihat akibatnya.

Secara naluriah, kita memang cenderung malu ketika membuat kesalahan. Kita hidup bersama orang lain, dan penilaian mereka punya pengaruh terhadap kita.

Tapi mungkin kita tidak perlu terlalu memikirkan itu.

Selama kita bisa mengakui kesalahan, memperbaikinya, dan belajar agar tidak mengulanginya, kesalahan tidak selalu berarti kegagalan. Kadang ia justru bagian dari proses memahami sesuatu.

Mungkin yang perlu kita takutkan bukan membuat kesalahan.

Melainkan terlalu takut membuat kesalahan sampai akhirnya tidak pernah mencoba.

Karena pada akhirnya, ada harga yang harus dibayar, baik ketika kita mencoba maupun ketika kita tidak mencoba.

Bedanya, ketika kita mencoba, setidaknya kita mendapatkan kesempatan untuk belajar sesuatu.

#jurnal